Rahasia Sound Gitar Mark Morton & Willie Adler Lamb of God
Riff Berat Tajam! Rahasia Sound Gitar Mark Morton Dan Willie Adler Yang Menjadi Karakter Utama Lagu Lamb Of God
Membicarakan genre New Wave of American Heavy Metal tidak akan lengkap tanpa membahas Lamb of God. Kekuatan utama band asal Virginia ini terletak pada duet gitarisnya yang ikonik. Banyak musisi bertanya-tanya mengenai rahasia sound gitar Mark Morton dan Willie Adler yang mampu menghasilkan distorsi padat namun tetap jernih. Melalui kombinasi peralatan high-end dan teknik presisi, mereka menciptakan standar baru dalam musik metal modern.
Baca Juga: Review Album Poison BFMV: Blueprint Musik Metalcore Dunia
Senjata Utama: Jackson Guitars dan Karakter Kayu
Mark Morton telah lama identik dengan Jackson Dominion. Gitar ini memiliki spesifikasi unik dengan chambered mahogany body dan quilted maple top. Kombinasi kayu ini memberikan resonansi yang hangat namun tetap memiliki attack yang tajam pada frekuensi tinggi. Sementara itu, Willie Adler setia dengan ESP signature series miliknya yang mengandalkan pickup Seymour Duncan JB/’59 untuk menghasilkan output yang seimbang.
Penggunaan konstruksi set-thru neck pada gitar mereka sangat krusial. Desain ini memberikan sustain maksimal yang sangat dibutuhkan saat memainkan nada-nada panjang di tengah gempuran drum Chris Adler (dahulu) atau Art Cruz. Mark sering menekankan bahwa kenyamanan neck gitar merupakan kunci utama untuk mengeksekusi lick blues-metal yang menjadi ciri khasnya.
Distorsi Ikonik Mesa Boogie: Jantung dari “The Pure American Metal”
Jika kita membedah rahasia sound gitar mark Morton lebih dalam, maka amplifier Mesa Boogie adalah jawabannya. Mereka berdua secara konsisten menggunakan Mesa Boogie Mark IV atau Mark V di atas panggung maupun di dalam studio. Karakter amplifier ini sangat terkenal karena memiliki kontrol Graphic EQ berbentuk “V” yang legendaris.
Meskipun menggunakan distorsi tinggi, mereka tidak pernah membiarkan suara gitar menjadi kotor atau muddy. Mereka mengatur gain pada posisi yang cukup, namun tidak berlebihan, untuk menjaga artikulasi setiap nada. Penggunaan kabinet Mesa 4×12 dengan speaker Celestion Vintage 30 memastikan frekuensi mid-range tetap menonjol di tengah hiruk-pikuk instrumen lainnya.
Teknik Palm Muting dan Rahasia “Chunk” yang Padat
Mendapatkan sound ala Lamb of God bukan hanya soal perangkat keras, melainkan juga teknik tangan kanan. Mark dan Willie menggunakan teknik palm muting yang sangat disiplin. Mereka menekan senar tepat di dekat bridge untuk menghasilkan suara “chug” yang perkusif. Hal ini membuat ritem mereka terdengar seperti mesin yang bergerak sinkron dengan ketukan drum.
Selain itu, mereka sering menerapkan down-picking yang konsisten pada tempo cepat. Teknik ini memberikan hantaman frekuensi rendah yang lebih stabil dibandingkan dengan alternate picking. Untuk mendapatkan suara yang jernih, pastikan Anda tidak menekan senar terlalu keras agar intonasi nada tetap stabil dan tidak fret buzz.
Menguasai Odd Time Signatures dan Sinkopasi
Salah satu elemen yang membuat Lamb of God unik adalah penggunaan odd time signatures. Willie Adler sering menciptakan riff dengan pola ketukan yang tidak lazim, seperti 5/4 atau 7/8. Pola-pola ini memaksa pendengar untuk tetap fokus karena aksennya sering kali jatuh di tempat yang tidak terduga.
Sinkopasi antara gitar dan drum juga menjadi elemen wajib dalam lagu-lagu mereka. Mereka sering menggunakan triplet di tengah birama 4/4 untuk memberikan efek “terseret” yang agresif. Oleh karena itu, melatih metronom dengan berbagai subdivisi ketukan adalah cara terbaik untuk memahami cara kerja riff mereka yang kompleks.
Cara Mendapatkan Sound LOG di Rumah
Lantas, bagaimana cara Anda mendapatkan rahasia sound gitar mark Morton dengan budget terbatas? Anda tidak harus selalu memiliki perlengkapan yang sama persis. Gunakanlah pedal Overdrive (seperti Ibanez TS9) di depan kanal distorsi ampli Anda dengan pengaturan Drive rendah dan Level tinggi. Trik ini akan memperketat frekuensi rendah (low end) gitar Anda.
Pastikan juga Anda menggunakan senar dengan kaliber yang tepat, biasanya ukuran .010-.046 atau .011-.050 untuk Drop D tuning. Senar yang lebih tebal akan memberikan tegangan yang cukup sehingga suara tidak menjadi lembek saat dihantam keras. Dengan kombinasi peralatan yang tepat dan latihan teknik yang tekun, Anda siap menghasilkan riff yang tajam dan mematikan!
